Pulo Manuk diambil dari bahasa Sunda yang artinya Pulau Burung. Dinamakan Pulo Manuk karena di pulau ini banyak burung-burung yang berasal dari berbagai negara singgah di pulau yang letaknya sekitar 1 kilometer dari pantai Cipamadangan. Tak hanya satwa seperti burung saja yang terdapat di Pulo Manuk ini, satwa liar seperti monyet pun bisa anak backpacker jumpai. Monyet liar ini bisa kalian temukan di kawasan hutan lindung milik Perhutani. Memang daerah pantai Pulo Manuk dan kawasa hutan lindung Perhutani letaknya berdekatan.

Daerah pantai di Pulo Manuk ini pun menjadi salah satu destinasi wisata favorit yang banyak di kunjungi selain pantai Sawarna. Pantainya yang menjorok ke daratan dengan ombak yang tidak terlalu besar, cocok buat kamu yang ingin bersantai-santai sambil menikmati pemandangan pantai yang indah ditemani deburan ombak pantai yang menderu membasahi tanah.

Pantai Pulo Manuk juga memiliki pasir putih yang bersih seperti halnya pantai-pantai yang ada di Sawarna. Anak bacpacker bisa bermain pasir pantai dengan puas tanpa dibatasi, sekedar berjemur juga bisa menjadi kegiatan alternatif seru yang bisa kamu lakukan di pulau ini.

Tiket masuk ke pantai Pulo Manuk pun terbilang sangat murah guys.. Kalian hanya perlu membayar Rp 2.000 untuk bisa puas bermain di sekitar pantai. Biaya tersebut digunakan untuk memelihara keindahan pantai agar tetap bersih dan nyaman.

Dibalik pesona keindahan Pulo Manuk yang eksotis, terdapat cerita pilu tentang Pulo Manuk pada zaman penjajahan Jepang guys.. Kenapa? Dahulu dengan kejamnya tentara Jepang melakukan Romusha pada rakyat pribumi untuk pembangunan sebuah stasiun kereta api Bayah. Tercatat sebanyak 93.000 jiwa melayang akibat pembangunan stasiun kereta yang menghubungkan antara Pulo Manuk dengan Saketi lalu Rangkas Bitung hingga akhirnya sampai ke Jakarta. Para pekerja paksa yang tewas saat pembangunan stasiun, semuanya di kubur di Pulo Manuk. Namun kini tak ada tanda-tanda keberadaan kuburan para pekerja paksa tersebut.

Jika anak backpacker berkeliling di sekitar pantai Pulo Manuk, anak backpacker akan menemukan Tugu Peringatan Romusha yang menjulang di pinggir pantai. Tugu ini menandakan pernah ada kegiatan kerja paksa yang mengerikan terjadi di sekitar Pulo Manuk.

Ingin merasakan sejuknya kawasan pantai Pulo Manuk ini bisa datang langsung ke daerah Bayah, Banten. Pantai ini letaknya berada di tepi jalan utama Desa Sawarna. Sangat mudah kok menemukannya jika sudah sampai di Bayah.